Jumat, 17 Februari 2012

Ringtone Ponsel Bikin Kamu Bodoh ?

Hasil riset para ilmuwan ini jelas akan menjadi pemecah masalah Anda saat bekerja, kuliah atau sekolah. Peneliti mengklaim, ringtone ponsel membuat Anda lebih bodoh.
Para peneliti mengklaim, mencari solusi dan mengingat suatu hal jauh lebih mudah jika ponsel Anda berada dalam mode diam. Hal ini dikarenakan ringtone yang Anda gunakan, terutama lagi yang Anda sukai, akan menguras tenaga otak Anda.
Ilmuwan di Washington University menemukan, siswa yang terpapar ringtone ponsel sebelum ujian mendapat nilai 25% lebih buruk dari yang tidak. Hasil terburuk akan dirasakan jika ringtone itu merupakan lagu yang diketahui atau disukai pemilik ponsel.
“Banyak orang menganggap dering ringtone di tempat umum merupakan gangguan menyebalkan dan hasil studi ini memastikan adanya dampak nyata pada kehidupan Anda, terutama proses belajar,” kata pemimpin studi Jill Shelton seperti dikutip DM.
Hasil studi yang dilakukan selama tiga tahun ini sendiri diterbitkan di Journal of Environmental Psychology.

4 Reaksi yang dirasakan Tubuh Saat Jatuh Cinta

Jatuh cinta sunguh indah rasanya rasa senang ternyata bukan cuman perasan kamu yang merasakan ternyata tubuh kamu juga mersakan hal yang sama nah kamu mau tahu seprti yang palingseru kutip dari inilah.com berikut ini.
Pikiran melayang
Meski tidak sedang dalam kondisi lelah atau mengantuk, seseorang yang jatuh cinta akan sulit memusatkan konsentrasi karena komposisi hormonnya berubah.Peningkatan hormon dopamin membuat perlakunya lebih obsesif atau susah ditahan, maunya mengingat-ingat orang yang dicintainya.
Kurang nafsu makan
Saat sedang jatuh cinta, pikiran akan dipenuhi obsesi untuk selalu bersama dengan orang yang dicintai. Secara psikologis obsesi ini membuat orang tidak lagi peka terhadap sinyal rasa lapar, sehingga makanan semenarik apapun tidak akan membuatnya bernafsu untuk makan.
Sulit tidur
Perasaan berbunga-bunga saat sedang jatuh cinta memicu peningkatan produksi hormon dopamin dan epinefrin. Kedua hormon ini juga mengatur siklus tidur dan bangun, sehingga ketidakseimbangan kedua hormon ini membuat seseorang jadi susah tidur dan gelisah sepanjang malam.
Berdebar-debar
Serangan panik bisa menyerang kapan saja saat emosi sedang meluap-luap, termasuk saat sedang marah karena cemburu atau kegirangan setelah jadian. Bukan cuma masalah psikologis, kepanikan juga memicu nyeri dada akibat peningkatan aktivitas sirkuit di otak yang mengatur rasa panik dan kegelisahan sekaligus respons rasa nyeri.

Sumber Penyakit yang Berasal dari Tas Anda

Selain sepatu, tas merupakan sahabat wanita sehari-hari. Rata-rata para wanita selalu membawa tas untuk pergi ke berbagai kesempatan. Tas dengan setia mengikuti kemanapun perjalanan si pemiliknya dengan membawa berbagai barang-barang. Perjalanan sehari-hari mulai dari rumah, mobil, kantor sampai ke toilet umum, tas akan selalu diajak serta.  Tapi tahukah Anda bahwa diam-diam tas Anda bisa menyimpan dan menyebabkan beberapa jenis penyakit? Cermati beberapa hal ini agar terhindar dari sumber penyakit yang bisa disebabkan dari tas tangan Anda. 

Terlalu berat 

Hobo bag atau berbagai model tas besar memang terkesan bergaya. Tak hanya gaya, tas tersebut juga fungsional karena bisa memuat berbagai hal yang diperlukan. Idealnya tas yang dibawa sehari-hari, memiliki berat 1 kg atau maksimal 10% dari berat tubuh. Sakit pada area sekitar leher, pundak, serta punggung umum terjadi pada wanita yang hobi membawa tas berat. Beberapa wanita bahkan juga bisa mengalami sakit kepala akibat beban berat pada pundak dan tangan mereka. Kuras tas Anda paling tidak satu minggu sekali. Keluarkan benda-benda yang sudah tidak terpakai atau tidak diperlukan.
Wanita sering membawa barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menjadi barang yang membuat tas semakin berat. Maksimalkan gadget Anda untuk menggantikan fungsi buku catatan, agenda, atau cermin. Jangan simpan laptop atau benda berat di dalam tas tangan. Bagi beban Anda ke tas lain sehingga tidak ada tumpuan berat yang besar ke satu bagian tubuh saja. Beberapa rumah mode terkemuka yang tanggap dengan permasalahan tersebut kini telah menyediakan tas dengan variasi ukuran untuk membantu wanita membawa beban yang lebih sehat. Prada, Celine, Tod's, Hermès dan beberapa merek lainnya kini telah merilis tas dengan berbagai ukuran untuk kenyamanan pelanggannya. Untuk satu model tertentu, tas bisa tersedia dalam ukuran kecil, sedang, dan besar.
Tali yang tipis & panjang

Tas yang berat ditambah tali yang tipis merupakan kombinasi sempurna untuk menyebabkan sakit punggung, pundak, dan leher. Tekanan yang berat pada area yang kecil membuat otot tertekan dan berpotensi menyebabkan sakit. Tas dengan tali yang lebar bisa mendistribusikan berat lebih baik.  Jika memilih menggunakan tas dengan tali yang tipis, usahakan bebannya tidak terlalu berat. Beban pada tas idealnya diletakkan sedekat mungkin dengan bagian tengah tubuh.
Karena itu sebenarnya tas pinggang merupakan pilihan yang ideal walau jauh dari kesan bergaya.  Tas selempang atau postman bag juga bisa menjadi pilihan yang baik karena bisa menyeimbangkan berat. Menurut British Chiropractic Association tas selempang yang baik adalah yang bertali pendek sehingga membuat tas dekat pada tubuh. Tas dengan tali panjang yang mengayun akan menganggu gerak tubuh dan bergesekan dengan pinggul, punggung, atau bahkan kaki. Untuk tas laptop, model tas punggung adalah yang paling baik. 

Kurang variasi

Keseimbangan adalah hal yang baik, memakai tas yang sama, di sisi yang sama dalam waktu lama bisa menyebabkan nyeri pada area tersebut. Usahakan untuk berganti model tas secara berkala untuk kesehatan otot-otot tubuh. Gunakan tas tangan, tas punggung, atas tas pundak secara bergantian untuk mengurangi tekanan yang konstan pada bagian tertentu.  Saat menggunakan tas yang disandang di bahu usahakan untuk secara berkala memindahkan tas ke sisi bahu yang lain. Kebiasaan ini bisa mengurangi risiko nyeri pada sendi dan otot akibat tekanan yang berat dan terus menerus. Jika kedua pundak sudah terasa sangat nyeri, Anda tak ada pilihan lain kecuali menggendong tas Anda di depan tubuh untuk mengurangi rasa sakit. 

Kotor 

Ini adalah masalah paling umum yang hampir dimiliki setiap wanita. Tas rentan dihinggapi kuman. Tas seringkali terekspos dalam lingkungan yang penuh kuman. Baik itu di kantor, kendaraan umum, atau ruang publik, berbagai virus dan bakteri bisa bersarang di tas Anda.  Jangan letakkan tas Anda di lantai toilet apapun alasannya. Begitu juga di lantai restoran, troli belanja, atau tempat lain yang bisa saja menjadi tempat transit kuman. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menemukan 4 dari 5 tas mengandung kuman salmonella. Selain itu, bakteri lain seperti E. coli juga ditemukan di beberapa tas. 

Karena sering dibawa ke toilet, kotoran manusia bahkan muntahan juga terdeteksi di beberapa tas dalam penelitian tersebut. Tutuplah toilet sebelum menyiram. Jika Anda pergi ke klub, usahakan untuk tidak meletakkan tas di meja atau di lantai yang mungkin saja terdapat bekas muntahan.  Kuman bisa menempel dari mana saja. Karena itu jaga kebersihan tas dan usahakan tidak meletakkan tas di atas tempat tidur atau di meja saat makan di restoran. Bersihkan tas setiap hari dengan cairan pembersih, terutama di bagian bawah. 

Tas dengan bahan kain memang lebih rentan kuman menempel ketimbang tas dari bahan kulit atau plastik. Jangan lupa cuci secara berkala tas Anda terutama tas yang berbahan kain untuk menjaga kebersihannya. Bersihkan juga isi tas dari barang-barang yang bisa jadi sarang kuman dan keluarkan sisa makanan setiap hari.

Selasa, 15 November 2011

    Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.
Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini
  • Infant (0-1 tahun)
  • Toddler (2-3 tahun)
  • Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
  • Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)
PAUD, atau yang lebih dikenal dengan pendidikan anak usia dini adalah sebuah jurusan yang mendidik anak-anak yang masib berusia dini atau masih berumur 5 sampai 10 tahun. Dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini ada beberapa komitmen dari PAUD yang berasal dari negara dan dunia internasional. Komitmen tersebut adalah Amanat PAUD 1945, Amananat UUD Pelindungan Anak No. 23 Th 2002, dan Komitmen kementrian pendidikan anak sedunia.

Ada beberapa kebijakan dari pemerintah untuk PAUD di tahun 2010 dan masa depan, mulai dari kebijakan negara, kota, kabupaten, dan sekolah. Untuk lebih lengkapnya silahkan download file powerpoint dan word di bawah ini.
  

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini

    Anak adalah perwujudan cinta kasih orang dewasa yang siap atau tidak untuk menjadi orang tua. Memiliki anak, siap atau tidak, mengubah banyak hal dalam kehidupan, dan pada akhirnya mau atau tidak kita dituntut untuk siap menjadi orang tua yang harus dapat mempersiapkan anak-anak kita agar dapat menjalankan kehidupan masa depan mereka dengan baik.
Mengenal, mengetahui, memahami dunia anak memang bukan sesuatu yang mudah. Dunia yang penuh warna-warni, dunia yang segalanya indah, mudah, ceria, penuh cinta, penuh keajaiban dan penuh kejutan. Dunia yang seharusnya dimiliki oleh setiap anak anak namun dalam kepemilikanya banyak bergantung pada peranan orang tua.
Para ahli sependapat bahwa peranan orang tua begitu besar dalam membantu anak-anak agar siap memasuki gerbang kehidupan mereka. Ini berarti bahwa jika berbicara tentang gerbang kehidupan mereka, maka akan membicarakan prospek kehidupan mereka 20-25 tahun mendatang. Pada tahun itulah mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Masuk ke dalam kemandirian penuh, masuk ke dalam dunia mereka yang independen yang sudah seharusnya terlepas penuh dari orang tua dimana keputusan-keputusan hidup mereka sudah harus dapat dilakukan sendiri. Disinilah peranan orang tua sudah sangat berkurang dan sebagai orang tua, pada saat itu kita hanya dapat melihat buah hasil didikan kita sekarang, tanpa dapat melakukan perubahan apapun.
    
    Mengapa orang tua perlu meningkatkan intelektualitas anak demi mempersiapkan mereka masuk sekolah? Jawabannya, sekolah saat ini meminta persyaratan yang cukup tinggi dari kualitas seorang siswa. Masih didapat siswa yang masuk SD sudah diperkenalkan dengan berbagai macam pelajaran dan ilmu sejak dini. Anak-anak sudah harus memiliki kreativitas yang tinggi sejak kecil. Oleh sebab itu, anak-anak yang memiliki intelektualitas yang tinggi akan lebih mudah menerima dengan baik semua yang diajarkan. Mereka akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, lebih mudah beradaptasi, lebih mudah menerima hal-hal yang baru, atau intelektualitas anak bisa dikembangkan jauh sebelum mereka masuk ke sekolah. Kondisi seperti itulah yang menempatkan orang tua sebagai guru pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam program pendidikan informal yang terjadi di lingkungan keluarga.

Senin, 14 November 2011

  

Tunas Kelapa yg menghadap ke kanan yaitu ambalan Putra, sedangkan Tunas Kelapa yg menghadap ke kiri yaitu ambalan Putri 


 Macam-macam Saka yg ada di Indonesia


Jabatan Pramuka Penegak

GURU

Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Tetapi masih banyak orang yang tidak percaya bahwa maju mundurnya Indonesia berada di tangan guru.Jangan dikira bahwa peserta didik bisa pintar dan cerdas dengan sendirinya tanpa bimbingan guru. Omong kosong! Mengapa saya mengatakan demikian, saya melihat sebagian masyarakat melihat guru laksana buruh pabrik, yang dilihat sebatas kerjanya saja!

Guru di sekolah tidak hanya sekedar mengajar,mentransfer ilmu tetapi yang dilakukannya lebih dari itu. Mereka menanamkan nilai-nilai kemanusian,moral,etika,adat-istiadat dan sopan santun serta kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di republik ini.

Ini menjadi persoalan bagi saya karena saya masih menangkap di tengah masyarakat baik melalui media massa maupun elektronik,terkesan guru itu dipandang sebagai bukan pekerjaan yang terhormat.

Untuk itulah, dibeberapa pertemuan dan workshop selalu dianjurkan kepada bapak/ibu guru supaya memiliki kepercayaan diri yang baik. Jangan merasa rendah diri di mata masyarakat. Pencitraan yang positif pada diri guru haruslah kembangkan sehingga para guru memiliki sikap profesionalisme yang handal .

Ini memang bukan pekerjaan yang mudah tetapi bukan tidak mungkin. Kalau bukan guru itu sendiri bangkit dan memulainya untuk menunjukkan pencitraan yang baik di tengah masyarakat, siapa lagi?

Jayalah guru-guru Indonesia!

Sumber : http://dariguruuntukguru.wordpress.com/category/permasalahan-guru/

Pendidikan Seumur Hidup


PSH adalah sebuah sistem konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.
Hubungan antara manusia dan pendidikan sangat erat. Setiap orang dikenai dan terpanggil untuk melaksanakan pendidikan, aanak-anak menerima pendidikan dari orangtuanya dan bilamereka telah dewasa dan berkeluarga maka mereka juga akan mendidik anak-anaknya. Pada dasarnya realisai pendidikan di Indonesia melaui beberapa jalur; pendidikan melaui jalur keluarga disebut pendidkan informal; pendidikan yang dilaksanakan oleh para pendidik melalui jalur lembaga  pendidikan dalam sekolah (PDS) disebut pedidikan formal. Sedangkan pendidikan yang dilakukan di luar jalur keluarga dan sekolah disebutkan pendidikan luar sekolah (PLS) atau pendidikan non formal.